TALK SHOW “SAYA INDONESIA”

 

      BEM Universitas Narotama melaksanakan kegiatan Talkshow pada Sabtu, 11 November 2017 di Conference Hall Lt. 2 Universitas Narotama Surabaya. Acara pertama adalah laporan oleh ketua pelaksana saudara Tomi Admanegara, ia menyampaikan bahwa dengan mengambil berbagai narasumber yang cukup berkompeten dalam kebudayaan indonesia. Talkshow yang bertema “SAYA INDONESIA” dengan harapan generasi muda, khususnya mahasiswa dan mahasiswi Universitas Narotama saat ini dapat menanamkan rasa cinta kepada tanah air Indonesia dan dapat mensosialisasikan khususnya didalam pengenalan budaya indonesia, agar merasa memiliki Indonesia yang memiliki berbagai macam keragaman ini.

       Acara kedua adalah sambutan oleh Direktur Kemahasiswaan & Alumni Universitas Narotama Bapak Andi Pontjo Wiyono, SH.,MH. beliau menyampaikan bahwa budaya Indonesia merupakan sebuah ciri khas yang tak dimiliki Negara lain. Dari budaya Indonesia ini banyak sekali perbedaan dari masing masing Wilayah. Mengingat Indonesia merupakan Negara dengan banyak sekali kepulauan dan dari berbagai suku, ras, etnis, dan agama. Banyaknya budaya yang ada di Nusantara menjadi satu dalam Bhinneka Tunggal Ika. Oleh karena itu sebuah acara yang sangat bagus ini dilaksanakan oleh BEM Universitas, yang mana mengingatkan kembali para mahasiswa dan mahasiswi bahwa bangsa Indonesia indah karna adanya beragaman dan mempunyai nilai filosofi yang indah dalam setiap kepulauan dan dari berbagai suku, ras, etnis, dan agama.

       Pembicara pertama pada acara Talkshow kali ini adalah Antonio Charlos merupakan seorang budayawan yang mampu menginfluence beberapa masyarakat terdekat dari lingkungan nya, ia gemar meneliti kultural pulau garam (madura) dan pulau jawa membuat iya menjadi gemar mempelajari keragaman multikultural kedua budaya tersebut sehingga saat ini banyak memiliki koleksi barang yang memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, artikel yang ditulis nya mengenai kebuadayaan yang ada di Indonesia secara luas. Sedangkan pembicara yang kedua adalah Prisillia Tonga seorang aktivis kebudayaan yang bergerak di bidang batik , dengan membentuk sanggar batik binaan nya yang diberi nama indonesian heritage ibu prisillia menjadi fasilitator didalam berdirinya sanggar batik tersebut. Sedangkan moderator adalah Vivi Nur Laili dan Dwi Arif Setiawan mahasiswa yang aktif dalam organisasi mahasiswa maupun organisasi sosial dan budaya. [Kmh]

Foto : Prisillia Tonga aktivis kebudayaan batik saat memjelaskan kepada peserta macam-macam batik yang memiliki ciri khas yang berbeda di masing masing wilayah di indonesia saat di Conference Hall Lt.2 Universitas Narotama, (11/11/17).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *